Thursday, April 12, 2012

Semua Rasa

Aku sudah pernah merasakan bagaimana hadirnya rasa itu.

Aku sudah pernah merasakan bagaimana rasa itu merasuk perlahan dari seluruh indraku
menyusup dalam nadiku dan bercampur dalam darah yang dibawa ke seluruh aku
dari ujung kaki hingga kepala, kemudian meresap dan mendarah daging di setiap sel di tubuhku.

Aku sudah pernah merasakan bagaimana rasa itu kubiarkan saja tumbuh
tanpa diganggu, juga tidak dipelihara
hanya dibiarkan saja bersemayam dan bersemi hingga penuh sesak
sehingga sudah tak mungkin lagi diabaikan.

Aku sudah pernah merasakan bagaimana susahnya meredam rasa itu ketika bertemu kamu

Aku sudah pernah merasakan bagaimana memperhatikan rasa itu berpendar dan menggetarkan otot-otot jantungku
ketika melihatmu dari kejauhan.

Aku sudah pernah merasakan bagaimana merananya usahaku untuk tidak menghiraukan rasa itu
ketika rindu datang dan kamu tidak ada.

Aku sudah pernah merasakan bagaimana bahagianya rasa itu berubah menjadi sayap
yang menerbangkanku ke horizon langit ketika kamu ada didekatku

Aku sudah pernah merasakan bagaimana rasa itu melambatkan impuls di syaraf otakku,
menstimulus syarat tak sadar untuk mengeluarkan adrenalin lebih banyak untuk mendebar-debarkan jantungku
memblokir seluruh proses informasi data dalam otakku
memudarkan dunia dalam sejenak
dan memenuhi indraku dengan obyek yang sama : kamu

Aku sudah pernah merasakan bagaimana rasa itu merubah duniaku menjadi cerah ataupun kelabu
merubah langitku menjadi terik maupun mendung...karena kamu, dan hanya karena kamu

Aku sudah pernah merasakan bagaimana rasa itu membuat sensasi-sensasi yang tidak kupahami

Aku sudah pernah merasakan bagaimana rasa itu membuatku gila
membuatku berkata pada diriku sendiri kalau kewarasan telah musnah
membuatku berpikir bahwa logika sudah tak ada gunanya
membuatku berharapkan sesuatu yang lebih
namun aku sudah tidak bisa menilai mana yang hanya pikiranku.. dan mana yang sebenar benarnya nyata
sudah tidak bisa menimbang mana kamu yang hanya harapanku.. dan mana yang sebenarnya kamu.

Aku sudah pernah mengkhayalkan rasa itu juga terjadi padamu, hanya untuk sesaat, sebelum kewarasanku mulai kembali
dan otakku mulai berpikir.. dan anganku diusik oleh kerealistisan.. semua itu kecil kemungkinannya..

Aku sudah pernah menuangkan seluruh rasa itu dalam tulisan
dalam seluruh kata yang bisa kukatakan
dalam setiap bahasa yang bisa kumengerti
verbal.. non-verbal..
tapi tidak pernah cukup lengkap terungkapkan.
tak pernah cukup untuk mengungkapkan segala yang diberikan rasa itu..

Aku butuh sesuatu yang tersurat... bukan yang tersirat
Aku butuh sesuatu yang tidak menimbulkan pertanyaan lain.. tapi jawaban yang pasti dari semua tanyaku
Aku butuh senyatanya kamu
Aku butuh untuk tau
Aku butuh kamu untuk menjelaskan kepadaku tentang segalanya.


(baca juga : Semua Jika , tetralogi pertama Semua tentang Michi)


No comments:

Post a Comment